TIMNAS BISA

Piala AFF sudah di depan mata, namun memperhatikan permainan TIMNAS saat laga di Myanmar baru-baru ini, membuat saya risau! Kemana permainan taktis, cepat dan penuh semangat yang ditunjukkankan Timnas saat menghadapi Bahrain, Arab Saudi dan Korsel pada Piala Asia lalu di Jakarta?

Sejauh ini BENDOL belum mampu mengembalikan ciri khas permainan TIMNAS yang dikenal taktis dan cepat dengan permainan sayap yang yang cantik. Masih lekat diingatan kita betapa memukaunya pemainan Elie Aiboy yang menari-nari di sayap kanan sangat merepotkan barisan pertahanan Arab Saudi di Piala Asia yang lalu. Hadirnya BENDOL ditubuh TIMNAS malah menghilangkan karakter TIMNAS tersebut.

Menghadapi tim sekelas Kamboja, Myanmar dan Singapura yang notabenenya masih kalah kelas dengan tim Arab Saudi dan Korsel tentunya Bambang Pamungkas dkk sudah on fire di Gelora Bung Karno, TIMNAS harus membalas kekalahan 2 kali beruntun atas Myanmar dan membalas kekalahan atas Singapura pada Final ketika laga ini masih dikenal dgn Piala Tiger.

Untuk Bung BENDOL ini bukan saatnya lagi untuk bereksprimen, TIMNAS harus sudah punya karakter determinasi dan pola yang jelas, ini saatnya membawa pulang Piala AFF. SELAMAT BERJUANG TIMNAS, kobarkan semangat PERJUANGAN PARA PAHLAWAN yang PANTANG MUNDUR walau darah dan nyawa taruhannya. BRAVO TIMNAS INDONESIA!!!

Satu Tanggapan

  1. itulah resiko bila terjadi pergantian Pelatih, kita lihat saja kasus Real Madrid group yang paling terkenal di Spanyol… mendapat kritikan dari masyarakat disana dan dari pemainya sendiri. Alasanya “mereka harus berapdatasi lagi dengan pelatih baru, sedangkan tehnik permainan setiap pelatih berbeda beda”. Begitu halnya dengan Timnas Indonesia sedang mengalami masa itu, namun hendaknya dengan bayaran seorang Bendol yang tinggi mampu menjadikan Timnas lebih bagus dari dulu malahan, bukanya kayak gini.. ya gak brooo?? tapi bagiku teteplah berjuang.

Tinggalkan Balasan